Translate

May 19, 2013

"Aku gak bisa percaya kamu"


Pernahkah mencintai orang yang meragukanmu?
Pernahkah meragukan cinta pasanganmu?
Kepercayaan adalah fondasi dalam menjalin hubungan. Apa yang baru mengenai hal itu?
Mencintai seseorang yang sangat meragukanmu itu rasanya seperti, hm...(mungkin kalau kita memang pantas diragukan hal ini bukan sesuatu yang perlu direnungkan) pastinya sakit sekali bagi kebanyakan orang.
Rasanya seperti dituntut untuk menghadirkan Tuhan dihadapan pasanganmu keesokan harinya. Sesuatu yang sepatutnya dilihat oleh mata batin, dipaksakan untuk terus menerus diwujudkan, dalam bentuk cairan? benda padat? gas?
Rasanya seperti tersayat sayat ketika kamu tahu yang sesungguhnya bahwa pasanganmu yang penuh ragu itu memiliki kemampuan yang luar biasa untuk mencintai, jika saja ia tidak terpenjara dalam ketakutannya.
Rasanya seperti degup jantung yang terhenti sesaat ketika berupaya meraihnya dari tepian jurang yang dalam, namun tanpa daya hanya bisa melihatnya jatuh tak teraih di hadapan mata.
Rasanya seperti perawan yang dilempari batu oleh orang tua yang sangat kolot hanya karena mengaku jatuh cinta kepada seorang pria.
Rasanya seperti dianggap pelacur.
Jika menghadapi hal seperti ini, segala upaya pembuktian tidak akan ada gunanya. Menghadapi pesakitan perlu pemahaman mendalam, bukan atas apa yang diderita pasangan, namun kapan kita harus melepaskan dan merelakan sesuatu berjalan dengan sendirinya, sesuai waktunya, tanpa terlalu banyak campur tangan kita yang penuh akan harapan.
Satu pelajaran yang sangat berharga dapat kita raih bahwa kerugian hanya ada pada mereka yang memelihara ketakutannya, bahwa manusia yang penuh dengan ketakutan adalah manusia yang paling mudah dikendalikan.

Kerugian tidak pernah ada pada mereka yang hanya ingin memberi. 

Sayang sekali, padahal hidup ini sangatlah sederhana.

No comments:

Post a Comment