Translate

August 29, 2013

Messages for travel writer

"So why aren’t you, the new generation of penmen and -women, stepping into an expanding vacuum? Why aren’t more of you – buttressed by blogging skills and vocal in your frustrated desire to be recognised for your craft – helping to drive the kind of change that positions you as leaders? More nimble, more imaginative, more bold and less reliant on traditional revenue sources, you have little stopping you". (Ethan Gelber)
Read more about his opinion on travel writing : 

http://travelllll.com/2012/02/26/bloggers-should-write-about-responsible-travel/


Tulisan lainnya, dalam bahasa Indonesia : 


"Menjamurnya travel blogger juga turut ambil bagian dalam kegilaan masa ini. Para penulis amatir yang saya yakin belum atau tak pernah belajar kode etik blogger ini memperburuk keadaan. Berbekal menulis seadanya mereka menulis sebuah artikel tanpa tendeng aling. Seolah-olah dalam penulisan artikelnya tak memiliki tanggung jawab etis pada pembacanya. Setiap blogger, bagi saya, wajib memberikan informasi yang benar dan utuh setra tidak menyesatkan. Kegagalan memahami tanggung jawab ini, atau lebih buruk lagi, menyombongkan pekerjaan ini sebagai sebuah profesi mulia tanpa cela membuat travel writer turut berkontribusi dalam perusakan sebuah lingkungan. Kerusakan Cagar Alam Pulau Sempu dan menjamurnya tiket pesawat murah adalah bukti terkini dan paling nyata akibat travel writer yang kurang riset dan tak mau tahu. (Arman Dhani) 



No comments:

Post a Comment