Translate

December 4, 2011

TIGA NADA

PASIR HISAP

Dari sebrang terlihat
Semakin jauh terperosok
Terserap jurang pengingkaran
Semakin dalam
semakin tampak bodoh
Bak pasir hisap
Siapa tak raih terang
Sadar tak kunjung datang

Diam......
Dengarkan....
Akui.....

Titik terang ke jalan keutuhan

Ubud, 2011

Hidup di kota besar akan sangat mudah kehilangan jati diri demi pengakuan dari manusia lain, yg tidak dibutuhkan. Jiwanya menjadi kerdil oleh materi.





TEMPAT ASING YANG TAK ASING

Pernahkah berada di suatu tempat
Yang tak asing bagimu
Menghangatkan tubuh
Bermain
Berteduh
Berlindung
Bersenda gurau
Di tempat yang tak asing bagimu

Sekian lama tak berkunjung

Tempat yang sama, kian asing rasanya

Tetap hangat tapi Tidaklah hangat
Tetap ramah tapi Tidaklah ramah
Tetap elok tapi Tidaklah elok

Tempat yang sama itu tidaklah berubah
Asing itu dirimu sendiri, yang telah berubah

Amed, 2011

Tidak sedikit orang yang kehilangan ikatan emosi dengan tempat ia dibesarkan/masa kecilnya ketika terlalu banyak perubahan.





LEPAS DARI LEKATAN

Benda itu dulu sangat dekat
Kusayangi
Kudekap erat
Cantik warnanya berpendar
Hanya aku yang mampu melihat semua cahayanya
Karena ku sayang

Terlalu ku lekat dengannya
Merasuki raga teramat sangat
Bila larut terlalu lama
Celaka menanti

Lekatan sesat!
Kulepaskan jatuh dari genggaman
Tercerai jauh dari pandangan
Hingga cahayanya tak sanggup kulihat

Lama tak kugenggam

Ianya tak lagi berkilau
kembali pudar

Hanya bila kau genggam dengan rasa
Maka ia akan bercahaya

Kelekatan hanya menuai celaka

Tak apa tak menggenggam, bila lepas dari celaka.

Pemuteran, 2011

Manusia mengidentikkan dirinya dengan benda-benda materi yg dimilikinya adalah manusia yg terlalu lekat atau berfokus dgn hal-hal duniawi. Ianya tidak menyadari adanya celaka.

No comments:

Post a Comment