Posts

Showing posts with the label Social Issue

Sustainability, Pola Tanam dan Pola Kehidupan

  Jangan bilang kalau satu kejadian gak ada hubungannya dengan kejadian lain yg terjadi di luar angkasa sekalipun. Kalau kamu percaya dengan Tuhan, atau tidak percaya sekalipun, hukum sebab akibat itu ada, sifatnya universal dan merupakan aksioma. Penulis memahami dan memperkirakan bahwa segala jenis permasalahan pelik di dunia ini berawal dari perubahan pola tanam. Semua hal terkait cocok tanam yang diwariskan oleh leluhur kita sebenarnya sangat erat kaitannya dengan praktek praktek konservasi dan keselamatan jangka panjang semua mahluk. Betapa jeniusnya leluhur kita, tanpa kehadiran mesin, membentuk pola pola kehidupan lestari yang bisa menopang generasi penerus selama berabad abad, namun berakhir ketika pola tanam konvensional (modern) diperkenalkan, mulai perang dunia ke-2. Perubahan pola tanam dan apa yang ditanam, sangat berpengaruh dikemudian hari pada pola pangan kita. Kita semua mengamini bahwa penyakit yang diderita masyarakat kita lebih erat kaitannya dengan pola...

Pakaian perempuan

 Ibu Nita memang dari kecil rebel banget, dia gak suka diatur dan dikekang. Ayahnya mendidik dia sama kerasnya seperti pada saudara laki lakinya. Di rumahnya tidak ada pembagian kerja berdasarkan gender.  Ketika beranjak dewasa, dia heran dengan fenomena yang menciptakan gap antara lelaki dan perempuan. Apalagi ketika berhadapan dengan toxic masculinity *. Darahnya seketika mendidih mendengar banyaknya keluhan wanita wanita yang dilemahkan di lingkungannya.  Salah satu hal yang paling bikin geram adalah pendapat para lelaki tentang cara wanita berpakaian. Ibu Nita sedari kecil sudah tomboy , dia hampir tidak pernah punya rok. Sesekali pakai rok, tapi sering dapat protes, karena cara duduknya masih sama seperti ketika dia pakai celana panjang. Jadi, untuk hal berpakaian, dia jarang dapat perhatian khusus dari kaum lelaki. Dari teman teman wanita ibu Nita yang lain, ada saja cerita bagaimana mereka dilecehkan ketika menggunakan pakaian tertentu. Anehnya, yang pakai baju ter...

Menyusui

Pengalaman ibu ASI Ternyata menyusui itu bukan perihal yang mudah. Wanita yang mengandung dan melahirkan anak belum tentu serta merta bisa menyusui dengan lancar sejak hari pertama menjadi ibu baru. Bagi sebagian orang, hari hari pertama menyusui adalah perjuangan di level yang berbeda. Sebagian wanita mengalami frustasi karena merasa diri tidak mampu memenuhi kebutuhan bayinya, dan orang orang di sekelilingnya yang tidak paham apa yang harus diperbuat akan merasakan frustasi juga. Tangisan bayi membuat orang orang di sekelilingnya merasa harus berbuat sesuatu, bahkan panik. Level kortisol yang meningkat ketika mendengar tangisan bayi membuat sebagian orang tidak nyaman. Bagi seorang ibu baru, perasaan yang berkecamuk antara ingin memenuhi kebutuhan paling dasar sang bayi dan perasaan bahwa dirinya sedang dinilai orang lain membuat dirinya semakin panik dan kehilangan intuisi, sehingga ia kehilangan momen untuk memahami tahap tahap menyusui. Ibu baru harus merasa tenang dan nya...

Ironi Aamir Khan

Sedang   gandrung dengan Aamir Khan dan selayaknya seorang fans, berita berita tentang sang idola tidak akan luput dari perhatian. Apa yang spesial dari seniman lakon satu ini? Karya karya yang dibintanginya (Dangal, Taare Zameen Par, 3 Idiots, Ghajini, Rang De Basanti, PK, Dhoom 3)  mengandung pesan yang cukup signifikan dan hampir semua filemnya memiliki alur cerita yang tidak biasa. Ia dijuluki Midas dalam dunia Bollywood. Di luar semua itu, ia termasuk seniman yang kontroversial. Salah satunya adalah kontroversi ketika peluncuran filem bertajuk Faana. Peluncuran perdana filem ini tidak berjalan mulus di setiap daerah di India. Filem ini sendiri   bercerita tentang konflik perbatasan Kahsmir. Pemerintah daerah Gujarat memboikot peluncuran filem Faana karena Aamir Khan melontarkan protes keras terhadap pemerintah daerah Gujarat terkait relokasi warga yang menjadi korban pembangunan Narmada Dam di Gujarat. Bersama seorang   penulis, Arundathi Roy (The Cost ...

Ibu Baru

Image
Saya adalah seorang single parent yang selama masa kehamilan dan proses persalinan hingga pasca persalinan dijalani seorang diri, namun sangat beruntung memiliki support system - teman dan keluarga yang memberikan rasa aman dan perasaan positif. Hal itu membuat saya merasa sangat bahagia selama menjalani proses menjadi ibu baru.  Dari pengalaman ini saya merasa sepertinya kehamilan dan proses melahirkan selama ini telah dikomersialisasi. Memang ibu hamil dan ibu baru adalah masa di mana wanita merasa dan diperlakukan lebih spesial, namun perlakuan dan sugesti berlebihan akan kehamilan kadang membuat calon ibu sepertinya tidak lagi menjadi sensiitif terhadap tubuhnya dan janin yang dikandungnya. Apalagi jika calon ibu tidak merasa bahagia, ia tidak akan mampu “membaca” tubuh dan janinnya. Masa masa ini adalah masa di mana calon ibu lebih sensitif terhadap tubuhnya dan terhadap kebutuhan janin yang dikandungnya. Jika ibu bahagia selama masa kehamilan, maka proses bersalinpun...

Moon River (is the beginning of blood red rivers)

Baru baru ini saya melihat filem klasik bertajuk Breakfast at Tiffany’s yang dibintangi oleh Audrey Hepburn (berperan sebagai Holly Golithly/Lula Mae). Bagi pencinta filem klasik dan pemuja kecantikan klasik, sosok Audrey Hepburn pastinya tidak asing lagi. Begitupula bagi  pencinta fashion, dan saya yakin para Chanella berkiblat pada sosok “wanita setengah dewi” yang satu ini dalam filem tersebut. Apakah saya akan merekomendasikan filem ini untuk ditonton?  Filem ini cukup menarik untuk ditonton bagi mereka yang berasal dari desa/kota kecil dan pernah berkeinginan hidup di kota besar. Sepanjang menonton filem ini saya kerap tertawa geli dan cukup menangkap pesan bahwa memang filem ini sedang ingin menertawakan gadis desa yang dulu lugu dan memiliki keinginan mengecap gemerlapnya kota New York. Kekonyolan demi kekonyolan itu diungkap secara subtle dalam setiap scene . Pesta, perhiasan, baju-baju yang indah, orang-orang kaya, gedung bertingkat adalah hal-hal yang memikat...

Euforia orang-orang miskin

Definisi kelayakan hidup saat ini lebih cenderung pada gaya hidup, bukan lagi berfokus pada kondisi lingkungan yang lestari, yang artinya cukup air bersih, tanah tidak terkontaminasi, udara yang bersih dan pemandangan yang indah adalah keniscayaan jika tiga hal tadi masih terjaga. Definisi layak yang menyesatkan bisa dilihat pada majalah - majalah lifestyle, sekalipun menampilkan kehidupan di pantai atau tempat-tempat yang alami dan enak dipandang mata, semata mata masih pada level eksploitasi dan privatisasi tempat-tempat yang masih alami, kemudian dimodifikasi dengan tambahan hunian atau tempat istirahat yang dianggap mewah atau beradab, kemudian dikomersilkan.  Untuk mencapai hidup “layak”   dan nyaman seperti pandangan umum yang beredar saat ini, sudah pasti memerlukan lebih banyak pengorbanan dan uang. Memang banyak sekali yang dikorbankan demi hidup yang layak dan nyaman, bahkan termasuk keselamatan hidup manusia itu sendiri. Contoh, beberapa properti mewah terl...