Posts

Showing posts with the label Bali

Ibu Baru

Image
Saya adalah seorang single parent yang selama masa kehamilan dan proses persalinan hingga pasca persalinan dijalani seorang diri, namun sangat beruntung memiliki support system - teman dan keluarga yang memberikan rasa aman dan perasaan positif. Hal itu membuat saya merasa sangat bahagia selama menjalani proses menjadi ibu baru.  Dari pengalaman ini saya merasa sepertinya kehamilan dan proses melahirkan selama ini telah dikomersialisasi. Memang ibu hamil dan ibu baru adalah masa di mana wanita merasa dan diperlakukan lebih spesial, namun perlakuan dan sugesti berlebihan akan kehamilan kadang membuat calon ibu sepertinya tidak lagi menjadi sensiitif terhadap tubuhnya dan janin yang dikandungnya. Apalagi jika calon ibu tidak merasa bahagia, ia tidak akan mampu “membaca” tubuh dan janinnya. Masa masa ini adalah masa di mana calon ibu lebih sensitif terhadap tubuhnya dan terhadap kebutuhan janin yang dikandungnya. Jika ibu bahagia selama masa kehamilan, maka proses bersalinpun...

Euforia orang-orang miskin

Definisi kelayakan hidup saat ini lebih cenderung pada gaya hidup, bukan lagi berfokus pada kondisi lingkungan yang lestari, yang artinya cukup air bersih, tanah tidak terkontaminasi, udara yang bersih dan pemandangan yang indah adalah keniscayaan jika tiga hal tadi masih terjaga. Definisi layak yang menyesatkan bisa dilihat pada majalah - majalah lifestyle, sekalipun menampilkan kehidupan di pantai atau tempat-tempat yang alami dan enak dipandang mata, semata mata masih pada level eksploitasi dan privatisasi tempat-tempat yang masih alami, kemudian dimodifikasi dengan tambahan hunian atau tempat istirahat yang dianggap mewah atau beradab, kemudian dikomersilkan.  Untuk mencapai hidup “layak”   dan nyaman seperti pandangan umum yang beredar saat ini, sudah pasti memerlukan lebih banyak pengorbanan dan uang. Memang banyak sekali yang dikorbankan demi hidup yang layak dan nyaman, bahkan termasuk keselamatan hidup manusia itu sendiri. Contoh, beberapa properti mewah terl...

My favorite natural products from Bali

Image
Most natural products displayed in this blog are limited and unfortunately they are not cheap because the sources are limited and most herbalist must grow their own organic herbs. The process is time consuming and therefore the availability is limited. http://balancethruherbs.blogspot.com/ Enough is enough with petroleum based detergent, let's go back to local wisdom. I've been using liquid soap nut for my laundry and sometimes for washing dishes for the past five years. Traditional people in Java still using soap nut (Lerak in Javanese) to wash their precious hand painted batik collections (to maintain its colour and to protect the material since the usage of detergent can harm its quality) and to wash their jewelries. Since I am allergic to petroleum based detergent I started using Lerak five years ago recommended by a Balinese friend of mine. The only problem using liquid soap nut is we can not wash white clothes with it and it doesn't have any scent so we can a...

Obituary of the fireflies

"You know the reason why I decided to choose this place? it's because of the fireflies, the water (river) and the ricefield. Now the water is not like it used to be, the fireflies are gone." When he said that I thought it is very similar to love. We might have reasons why we love someone or something, but when we intent to own the things we love they will dissapear before us. So, love, let it be and set them free. Now I understand. "Don't underestimate this place, this place has a very high vallue, it's a matter of my missmanagement. It's a very good business."  No doubt about it, it is true from the point of view of an investor, it is a very good location, but it won't be considered as a good business from the point of view of environtmentalists. "Why it is not?" There are some springs located within your property. In Balinese tradition, springs are considered sacred. "No, I don't believe in such thing...

The loss of happiness

Image
Living beings have the ability to adapt to its environment. If you take  a trip to Serangan Island in Bali you'll find a landfills there and  do not be surprised if you find a lot of cows there enjoying the "buffet". Cows, meadow, cows, meadow? Not always. You can also find that landfills area are surrounded by shelters of people who earn a living in the vicinity. I saw a BBC documentary film titled Welcome to India ( http://www.bbc.co.uk/programmes/b01n8278 ) that describes the human ability to adapt to life among the dense population in India which ranks the second most populous in the world.The documentary described how three families with different professions endure the circumstances and make a living from day to day. There is one scene that really caught my attention. It's a life of a group of "miners", well actually mud collector, who start working after midnight draining as much mud as possible from the culverts, transferring the mud to ...

Di manakah gerangan wahai kebahagiaan?

Image
  English version Mahluk hidup memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungannya, kalau ada yang pernah jalan-jalan ke TPA di Pulau Serangan, Bali, jangan heran jika melihat banyak sapi di sana. Tidak jarang TPA juga dijadikan tempat hunian bagi orang-orang yang memperoleh penghidupan di sekitarnya. Baru baru ini saya melihat filem dokumenter BBC bertajuk Welcome to India ( http://www.bbc.co.uk/programmes/b01n8278 ) yang memaparkan kemampuan beradaptasi/hidup manusia diantara padatnya penduduk di India yang menempati peringkat ke-2 terpadat di dunia. Digambarkan di sana bagaimana  tiga keluarga dengan profesi yang berbeda-beda bertahan dengan keadaan dan mencari penghidupan dari hari ke hari.  Salah satu cerita yg sangat menarik adalah sekelompok "penambang" lumpur yang setiap dini hari beraksi bersama rekan sejawatnya menguras gorong-gorong penuh lumpur, mara bahaya -karena di situ jugalah markas kaljengking, ular dan serangga berbahaya lainnya- sudah jela...