Posts

Showing posts with the label Antara fiksi non fiksi

Dendam dan Kesuksesan

Dibalik kesuksesan seseorang, selalu ada cerita unik yang menjadi bekal utama yang membuat daya lenting seseorang begitu besar. Benar sekali, jika ada yang bilang bahwa setiap orang punya perjuangannya sendiri sendiri.  Jaman kuliah dulu, saya belajar tentang psikologi perang. Salah satu literatur yang saya pelajari membahas tentang kondisi psikologis seorang Hittler. Dari segi fisik ia termasuk pendek dan tidak terlihat meyakinkan untuk memimpin sebuah bangsa. Bangsa Prusia. Apa yang membuat seorang Hittler memiliki kekuatan dan kharisma yang luar biasa sehingga ia bisa memimpin agresi perang dan aneksasi wilayah kekuasaan?  Ada cerita yang sangat membekas dalam ingatan saya. Hittler kecil kala itu hidup di jaman susah dan banyak orang kelaparan. Saat itu yang berdaya secara ekonomi kebanyakan adalah keturunan Yahudi. Suatu hari, ia merasa sangat lapar dan melihat lihat dari luar jendela salah satu toko roti milik Yahudi.  Bukannya disantuni dan diberi roti, ia malah diu...

Pakaian perempuan

 Ibu Nita memang dari kecil rebel banget, dia gak suka diatur dan dikekang. Ayahnya mendidik dia sama kerasnya seperti pada saudara laki lakinya. Di rumahnya tidak ada pembagian kerja berdasarkan gender.  Ketika beranjak dewasa, dia heran dengan fenomena yang menciptakan gap antara lelaki dan perempuan. Apalagi ketika berhadapan dengan toxic masculinity *. Darahnya seketika mendidih mendengar banyaknya keluhan wanita wanita yang dilemahkan di lingkungannya.  Salah satu hal yang paling bikin geram adalah pendapat para lelaki tentang cara wanita berpakaian. Ibu Nita sedari kecil sudah tomboy , dia hampir tidak pernah punya rok. Sesekali pakai rok, tapi sering dapat protes, karena cara duduknya masih sama seperti ketika dia pakai celana panjang. Jadi, untuk hal berpakaian, dia jarang dapat perhatian khusus dari kaum lelaki. Dari teman teman wanita ibu Nita yang lain, ada saja cerita bagaimana mereka dilecehkan ketika menggunakan pakaian tertentu. Anehnya, yang pakai baju ter...

Diskotek, Pineal Gland dan Bunuh Diri Masal

DA : Di Banjarmasin itu ada diskotik besar sekali, mirip kayak Stadium di Jakarta. Aku heran banget kenapa diskotik itu harus sebegitu gelapnya, maksudku bukan masalah lightingnya, tapi apa ya, rasanya tempat itu gelap sekali. A : Haha, what do you expect, segerombolan orang dengan niat tertentu, yang waktu itu mungkin auranya lagi gelap, energinya lagi negatif, berbondong bondong datang ke satu tempat yang jadi wadah niatnya itu. Pasti gelap lah semua jadinya, gak cuma lampunya aja yang remang-remang. Hehe DA: Hehe, di dalam asapnya (rokok) gila sekali, aku keluar karena gak tahan, lucunya, keluar dari diskotik juga ketemu asap dari kebakaran hutan. Itu gila itu haha.  A: Kalau orang Yahudi dipaksa Nazi masuk ke gas chamber, ini orang di sana (yang masuk diskotik di Banjarmasin) dengan suka rela bunuh diri masuk ke “gas chamber”, haha. Baguslah, buat mengurangi jumlah populasi penduduk juga. A: Ngomong-ngomong populasi penduduk, aku pernah baca artikel tentang...

Kereta eksekutif bergambar naga di atas awan

Alkisah seorang pemuda tanggung bernama William Kodirun bin Kodirat bergegas menuju stasiun terdekat yang berjarak 45km dari kampungnya, Beas Akeh, yang tidak tercantum di peta, karena teman teman alumni SMAnya yang dipimpin oleh Susila Bin Yuwono sudah menunggu di stasiun Harapan Kita untuk berdarmawisata ke kota. Katanya mau lihat monumen yang terbuat dari emas dan main main ke bandara untuk lihat pesawat terbang. Untungnya tiket sudah dibeli jauh jauh hari oleh Susila (yang memiliki julukan Seciping) lewat calo tiket dengan harga murah karena mendapat harga grup wisatawan domestik. Sesampainya di stasiun Harapan Kita tepat jam 08.07, William Kodir disambut gegap gempita oleh teman teman yang saking semangatnya mereka sudah berada di stasiun sejak jam 5 subuh, padahal jadwal kereta berangkat jam 09.05, kata calo. Keriuhan menyambut William Kodir hanya sejenak karena mereka sudah letih menunggu kereta yang tak kunjung datang. Akhirnya kereta eksekutif yang mulus dengan warn...