Posts

Self Love, Industri 4.0 dan The Sixth Extinction

Image
Kalau sekarang di Jakarta dan kota kota besar dunia sedang sibuk bicara tentang era Industri 4.0 pikiran saya malah melayang tentang soft skill apa yang sebenernya dibutuhkan anak saya dan manusia lain. Apa mungkin ya, besok besok ada software “self love” yang bisa didownload ke otak? Software “anti-mysoginist” , software “ anti-bigotry ” dan lain lainnya yang bisa mengobati dunia. Mungkin kalau kita semua punya self love , dunia gak bakalan rusak seperti ini. Semua orang akan merasa enough , merasa dicukupkan, tidak ada luka batin gegara “gak punya apa apa” atau “orang gak punya”, gak ada luka batin karena eksistensinya ditolak karena dianggap tidak cukup untuk dianggap sebagai manusia. Kan, orang gak bisa milih lahir jadi alpha male dan alpha female atau lahir di keluarga sakti, berbakat dan berguna bagi bangsa dan negara. Cuma ya ini, self love itu macam barang langka dan untuk dapetinnya kadang orang harus berdarah darah dulu melewati semua luka batin dan ban...

Apa itu cinta?

Kalau senang bunga, jangan petik bunga, kalau senang binatang, jangan kurung binatang. Kalau merasa suka sesuatu lalu kemudian ingin memiliki, itu hanya sekedar suka, tapi bukan cinta. Cinta itu membiarkan segala sesuatunya seperti apa adanya, tidak berupaya memikiki, mengintervensi hidup, membatasi ruang gerak. Jadi kalau cinta tapi saling membatasi ruang gerak dan merasa memiliki, bukan cinta namanya. Itu kompromi, konsensus, asal njeplak bilang cinta. Cinta yg sebenarnya bikin gak enak kebanyakan orang karena tidak boleh ada kata memiliki, karena jiwa dan perasaan tidak bisa dimiliki. Konsep memiliki itu datang dari perusahaan property. Sertifikat Hak Milik 😂😂😂 Buda mencintai kehidupan, mencintai semua ummat manusia, semua ciptaan Tuhan. Ia menemukan jalan Tuhan dengan meninggalkan keluarganya. Ia menemukan cinta yang hakiki. Bukan cinta buatan.  Nabi Muhammad mencintai semua ummat manusia, mencintai semua ciptaan Tuhan. Ia menikahi banyak wanita, untuk meningkatkan ...

Menyusui

Pengalaman ibu ASI Ternyata menyusui itu bukan perihal yang mudah. Wanita yang mengandung dan melahirkan anak belum tentu serta merta bisa menyusui dengan lancar sejak hari pertama menjadi ibu baru. Bagi sebagian orang, hari hari pertama menyusui adalah perjuangan di level yang berbeda. Sebagian wanita mengalami frustasi karena merasa diri tidak mampu memenuhi kebutuhan bayinya, dan orang orang di sekelilingnya yang tidak paham apa yang harus diperbuat akan merasakan frustasi juga. Tangisan bayi membuat orang orang di sekelilingnya merasa harus berbuat sesuatu, bahkan panik. Level kortisol yang meningkat ketika mendengar tangisan bayi membuat sebagian orang tidak nyaman. Bagi seorang ibu baru, perasaan yang berkecamuk antara ingin memenuhi kebutuhan paling dasar sang bayi dan perasaan bahwa dirinya sedang dinilai orang lain membuat dirinya semakin panik dan kehilangan intuisi, sehingga ia kehilangan momen untuk memahami tahap tahap menyusui. Ibu baru harus merasa tenang dan nya...

Ironi Aamir Khan

Sedang   gandrung dengan Aamir Khan dan selayaknya seorang fans, berita berita tentang sang idola tidak akan luput dari perhatian. Apa yang spesial dari seniman lakon satu ini? Karya karya yang dibintanginya (Dangal, Taare Zameen Par, 3 Idiots, Ghajini, Rang De Basanti, PK, Dhoom 3)  mengandung pesan yang cukup signifikan dan hampir semua filemnya memiliki alur cerita yang tidak biasa. Ia dijuluki Midas dalam dunia Bollywood. Di luar semua itu, ia termasuk seniman yang kontroversial. Salah satunya adalah kontroversi ketika peluncuran filem bertajuk Faana. Peluncuran perdana filem ini tidak berjalan mulus di setiap daerah di India. Filem ini sendiri   bercerita tentang konflik perbatasan Kahsmir. Pemerintah daerah Gujarat memboikot peluncuran filem Faana karena Aamir Khan melontarkan protes keras terhadap pemerintah daerah Gujarat terkait relokasi warga yang menjadi korban pembangunan Narmada Dam di Gujarat. Bersama seorang   penulis, Arundathi Roy (The Cost ...

God?

One day our kid(s) will ask us "what God is", and how will you answer that question when your journey to "find" or understand God is not finished yet? Whether or not you believe in God? Most people I met either misunderstood (sounds like they trying to convince themselves that God exist), don't believe in God or don't talk about it. It's an abstract concept that I need to find the answer thru my own spiritual journey. I am not impressed with the explanation given by people who can only "copy paste-ing" any books or "Books". I am more confused when people who claimed that they understand God, trying to explain what God is. Sometimes I "see" God, thru their eyes/brain, as a white people, as a very bad person worst than Wall Street people, as half Arabic half Caucasian who wears only white and have black beard, as a very big eye watching us, sometimes I see God as a giant Hello Kitty when I ask a little girl. When we are so...

Ibu Baru

Image
Saya adalah seorang single parent yang selama masa kehamilan dan proses persalinan hingga pasca persalinan dijalani seorang diri, namun sangat beruntung memiliki support system - teman dan keluarga yang memberikan rasa aman dan perasaan positif. Hal itu membuat saya merasa sangat bahagia selama menjalani proses menjadi ibu baru.  Dari pengalaman ini saya merasa sepertinya kehamilan dan proses melahirkan selama ini telah dikomersialisasi. Memang ibu hamil dan ibu baru adalah masa di mana wanita merasa dan diperlakukan lebih spesial, namun perlakuan dan sugesti berlebihan akan kehamilan kadang membuat calon ibu sepertinya tidak lagi menjadi sensiitif terhadap tubuhnya dan janin yang dikandungnya. Apalagi jika calon ibu tidak merasa bahagia, ia tidak akan mampu “membaca” tubuh dan janinnya. Masa masa ini adalah masa di mana calon ibu lebih sensitif terhadap tubuhnya dan terhadap kebutuhan janin yang dikandungnya. Jika ibu bahagia selama masa kehamilan, maka proses bersalinpun...

Diam itu emas. Benarkah?

Dulu saya pernah berpendapat bahwa kehidupan para pertapa, para bikshu atau pendeta adalah hal yang sangat egois. Bagaimana tidak, mereka terlihat seolah olah tidak peduli dengan apa yang terjadi di luar dirinya. Di luar sana ada banyak ketimpangan sosial, kemiskinan, kekerasan, perusakan alam dan sebagainya, namun para hermit ini seolah tidak bergeming atau tidak menunjukan kepedulian terhadap segala fenomena yang membuat hati kebanyakan orang bergejolak oleh amarah. Mereka justru sibuk dengan segala puja puji dan doa doa saja. Memangnya segala macam masalah bisa reda tanpa keterlibatan langsung manusia, yang dianugrahi akal budi, sehingga memiliki tanggung jawab sebagai pemelihara. Itu pendapat saya, dulu. Ketika terpanggil untuk merespon satu tragedi kemanusiaan, sesegera mungkin kita ingin melakukan sesuatu, bahkan merasa gelisah hingga frustasi ketika tidak tahu apa yang harus dilakukan pada awalnya. Alih alih mengamati dengan seksama setiap variabel   dan sejarah yan...